Saturday, September 13, 2008
Menanam Kubis Copy dari Qitanonq
[agromania] PANDUAN MENANAM KUBIS BUNGA, BROCOLI DAN FLOKOLI
qitanonqFri, 21 Apr 2006 19:00:09 -0700
PANDUAN MENANAM KUBIS BUNGA, BROCOLI DAN FLOKOLIPENDAHULUAN Sayur-sayuran brassica seperti kobis bunga, brokoli dan flokoli dikelaskan sebagai sayuran bunga dan boleh ditanam di tanah rendah ataupun tinggi. Flokoli ialah hibrid di antara kobis bunga dan brokoli. Kesemua sayuran ini adalah dari keluarga Cruciferae dan mengandungi zat pemakanan yang tinggi terutamanya kalsium, vitamin C dan vitamin A. Varieti sayuran ini yang biasa ditanam di tanah rendah ialah : Kobis bungaChia Tai Fuji 005BrokoliGreen KingFlokoliGreen Harmony 509JENIS TANAHTanaman ini sesuai ditanam di pelbagai jenis tanah yang kaya dengan bahan organik serta mempunyai saliran yang baik. PH yang sesuai ialah di antara 6.0 – 7.0 bagi tanah mineral, kadar pengapungan ialah 3 – 6 t/ha. Kapur hendaklah ditabur dan digaul ke dalam tanah sekurang-kurangnya dua minggu sebelum menanam.PENANAMANPenyediaan batasBajak dan gemburkan tanah sedalam 15 – 20 cm. Sediakan batas berukuran 1.2 m lebar, 0.15 – 0.2 cm tinggi dan panjangnya mengikut kawasan. Jarak antara batas ialah 0.3 m.SemaianBiji benih kobis bunga, brokoli dan flokoli adalah sangat kecil saiznya dan perlulah dibuat semaian sebelum menanam di ladang. Semaian perlu dibuat dalam rumah semaian yang berdidingkan jaring kalis serangga supaya anak benih tidak diserang oleh serangga perosak. Tanah untuk semaian perlulah digembur halus dan pH sekurang-kurangnya 5.0. Sebanyak 250gm biji benih diperlukan untuk menanam sayuran brassica ini di kawasan seluas 1 hektar. Buatkan batas berukuran satu meter lebar dan taburkan campuran biji benih dengan pasir halus (1:1) ke atas permukaan batas. Taburkan selapis pasir halus bagi menutup biji benih dan letakkan sungkupan dari rumput atau jerami kering ke atas batas. Siramkan batas setiap hari. Anak-anak pokok sedia untuk diubah bila berumur 3 – 4 minggu selepas disemai.PenanamanHanya anak benih yang sihat dan bebas daripada serangan serangga perosak dan penyakit dipilih untuk ditanam. Anak benih yang berumur 3 – 4 minggu ditanam dua baris sebatas. Jarak tanaman ialah 60 cm antara pokok dan 60 cm antara barisan.PENJAGAANPembajaanPenggunaan baja organik seperti tahi ayam sebagai baja asas adalah perlu untuk kesuburan tanaman sayuran. Baja ini digaul ke dalam batas 3 - 5 hari sebelum menanam. Bagi tanah berpasir, sebanyak 20 - 30 t/ha baja organik diperlukan, manakala 3 - 6 t/ha diperlukan bagi tanah mineral.Kadar baja inorganik seperti NPK 12 : 12 : 17 : 2 ialah 1.5 t/ha di tanah gambut dan 1t/ha di tanah mineral, diberi 2 dan 5 minggu selepas menanam. Di tanah berpasir, kadar baja ialah 2 t/ha dan diberi 1,3 dan 5 minggu selepas menanam. Baja dibubuh sekeliling pokok dan digaul ke dalam tanah.PenyiramanSiram dua kali sehari kecuali hari hujan. Kekeringan air menyebabkan pokok terbantut dan bungkah bunga akan pecah. Pada peringkat awal pertumbuhan tanaman, air yang banyak diperlukan untuk tumbesaran. Selepas umur pokok sebulan, pengairan sekali sehari sudah mencukupi.Pengawalan RumpaiKawalan rumpai perlu dilakukan sepanjang masa, sama ada secara manual (dengan tangan atau cangkul) atau sungkupan.PENGUTIPAN DAN PENGENDALIAN HASILKobis bunga, brokoli dan flokoli dikutip apabila garis pusat bungkah berukuran 15 cm atau lebih, iaitu 7 - 9 minggu selepas ditanam. Kelewatan memetik hasil akan menyebabkan bunga berpecah dan menjadi kuning. Hasil yang diperolehi dari satu hektar penanaman dianggarkan 9 - 15 tan. Semasa pengutipan hasil, beberapa helai daun pembalut ditinggalkan bagi setiap bunga kerana ini berfungsi sebagai bahan pelapik semasa pengendalian dan pengangkutan. Sayur dibungkus dengan kertas semasa di ladang untuk mengawal kerosakan semasa pengangkutan dan pengendalian seterusnya. Untuk pembungkusan runcit, beg polietilina, beg kertas atau filem polivinil boleh digunakan. Tanpa penyejukan sayuran ini boleh tahan selama 3 - 5 hari setelah dibungkus dan disimpan di tempat redup. Apabila disimpan di tempat sejuk, suhu 1 - 2° dengan kelembapan 90 - 95%, sayuran ini boleh tahan selama 2 - 4 minggu
[agromania] PANDUAN MENANAM KUBIS BUNGA, BROCOLI DAN FLOKOLI qitanonq
TANAMAN HORTIKULTURA
BrokoliHarapan Baru Penggaet Rupiah
di Bukit Tinggi
Siapa yang tidak mengenal Bukit Tinggi? Salah satu kota pariwisata andalan Indonesia yang berlokasi diantara hamparan barisan perbukitan, lereng yang berselimut halimun, danau berwarna , hutan rimba dan rawa sepanjang 1600 km di Sumatera ini sudah dikenal masyarakat domestik maupun asing. Meskipun terletak di garis khatulistiwa yang “notabene” merupakan daerah panas, namun karena berada pada ketinggian 900 – 1000 m, udara yang ada tetap menjaganya agar senantiasa sejuk dan dingin.
Pemandangan Desa Padang Kudo Jorong, lokasinya yang terletak tepat dilereng gunung Ginggalang berdampingan dengan Gunung Merapi membuat pemandangannya sangat indah dan tanahnya subur.
Seperti daerah lainnya di Bukit Tinggi, Desa Padang Kudo Jorong yang tergabung dalam Kenegarian Batagak Kec. Sungai Pua, Kabupaten Agam kira-kira 6 km dari Kota Bukit Tinggi pun memiliki karateristik yang sama baik dari iklim, kehidupan sosial budaya maupun pertaniannya. Apalagi ditunjang dengan lokasinya yang terletak tepat di lereng Gunung Ginggalang berdampingan dengan Gunung Merapi membuat pemandangannya sangat indah dan tanahnya subur.Dengan kondisi seperti itu tidaklah mengherankan bila sebagian besar masyarakat di desa yang dingin tersebut bekerja sebagai petani. Aneka tanaman sayuran dataran tinggi yang ditanam disana antara lain : kubis, wortel, kacang, kentang, cabe, bawang merah, bawang daun, dan sawi. Adalah Pak Aridem Sutan Saidi, petani lugu di desa ini yang ingin melakukan sesuatu hal yang tergolong berbeda dan baru dibandingkan rekan-rekannya. Berbekal pengetahuan yang dipelajari dari field technical PT. Tanindo Subur Prima Sumbar dan sedikit modal dan niat, beliau memulai usaha budidaya tanaman yang sangat jarang ditanam di tempat mereka yaitu brokoli. Budidaya brokoli yang termasuk “asing” di tempatnya ini bukan tanpa pertimbangan karena dalam setiap prosesnya beliau tidak pernah malu bertanya pada siapapun. Apalagi beliau mendapatkan petunjuk dan binaan selain dari Petugas Penyuluh Lapang setempat juga dari Field Tehnical yang bertugas di Bukit Tinggi yaitu Bapak Julianto.
Atas anjurannya tersebut kini Pak Ardiem sudah mampu mensuplai pasar swalayan dan hotel-hotel yang tidak hanya berada di Sumbar tapi sampai ke propinsi Riau. Hal ini karena beliau mampu memanfaatkan lahan dengan melakukan rotasi/pergiliran tanaman antara satu bagian lahan dengan yang lain sehingga beliau bisa menanam sekaligus panen brokoli setiap harinya. Sehingga tidaklah mengherankan bila pasokan brokoli produksinya bisa berkesi-nambungan. Meskipun mampu memanen dalam setiap harinya namun beliau merasa cukup kewalahan tatkala permintaan brokolli tersebut semakin meningkat. Bayangkan, beliau harus menyediakan 100 – 150 kg brokoli untuk pasar swalayan, dan hotel berbintang setiap harinya. Dengan harga sekitar Rp. 5000,- per Kg, berarti omset setiap harinya bisa mencapai Rp. 500.000,- atau kurang lebih Rp. 12.500.000,- per bulan. Keberhasilan beliau membudidayakan brokoli tentu saja tidak terlepas dari berbagai faktor seperti : market oriented yang dimiliki, kemampuan membaca peluang pasar, penggunaan benih unggul dan berkualitas, teknik budidaya yang benar , dan yang terakhir kontinuitas pasokan ke konsumen.Disinggung mengenai penggunaan benih unggul , beliau memilih brokoli vareitas F-1 Royal Green dari Chia Tai Seed Co.Ltd. yang memiliki keunggulan antara lain : pertumbuhan tanaman kuat, seragam, cocok sekali di dataran tinggi 1.000 dpl, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, berat bunga bisa mencapai hampir 1 kg per rumpun, bunga berwarna hijau, kompak bentuk kubahnya, ukuran beetnya kecil sehingga tidak cepat mekar dan aman ditanam saat musim penghujan. Dengan pemilihan benih brokoli unggul ini, selain kualitasnya terjamin, juga bisa diterima pasar. Sebagai salah satu sayuran oriental, brokoli memang belum cukup memasyarakat, namun memiliki nilai jual tinggi. Dilihat dari permintaan yang ada, rasanya pengembangan brokoli di Bukit Tinggi memberikan peluang yang bagus. Brocolli (Brassica oleracea) tergolong sayuran oriental famili kubis-kubisan yang memiliki kandungan Vit A dan D tinggi. Bagian yang dikonsumsi dari tanaman brokoli adalah berupa bongkahan bunga mirip bunga kol namun berwarna hijau. Kepala/head dari brokoli ini merupakan kumpulan dari ratusan bunga-bunga kecil (beet) yang membentuk rumpun yang rapat dan kompak. Penanaman brokoli sebenarnya bisa dilakukan dimana saja, hanya saja umumnya brokoli sangat membutuhkan daerah yang beriklim dingin dan cocok di tanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 meter dpl yang suhu udaranya lembab dan dingin. Kisaran suhu yang optimum untuk pertumbuhan dan produksi antara 15,5 – 18 oC dan maksimum 24 o C. Namun demikian, dengan semakin meningkatnya tekhnologi pertanian telah dihasilkan beberapa varietas brokoli yang bisa ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 1000 m dpl. Brokoli termasuk tanaman yang sangat peka terhadap temperatur. Suhu yang terlalu panas sangat mempengaruhi proses pembentukan daun-daun kecil pada masa bunga (curd) akibatnya belum saatnya panen bukannya membentuk crop tapi malah menghasilkan benih. Sebaliknya, suhu yang terlalu dingin akan mengakibatkan terjadinya pembentukan bunga sebelum waktunya.Berdasarkan karakteristik dan persyaratan tumbuhnya, tanaman brokoli membutuhkan lahan yang berada di dataran tinggi dengan spesifikasi tanahnya subur, gembur, kaya akan bahan organik dengan pH 5,5 – 6 dan pengairan cukup memadai. Pengolahan tanah dilakukan dengan membajak lahan baik dengan hewan ternak atau traktor. Tanah dihancurkan dan diratakan (digaru) kemudian dicampur dengan pupuk kandang. Setelah dibajak dan digaru, lahan pun dibuat bedengan-bedengan dengan lebar 110 cm sedangkan panjangnya disesuaikan keadaan lahan. Untuk mencegah tumbuhnya gulma pada bedengan dapat disemprot dengan herbisida sistemik pratumbuh. Untuk mencegah munculnya ulat tanah (Agrotis ipsilon) dapat disemprotkan insektisida. Lahan kemudian dibiarkan kira-kira 3 – 4 hari .Penanaman benih brokoli tidak berbeda dengan tanaman jenis kubis-kubisan lain. Bisa ditanam langsung di lubang tanam, bisa juga disemaikan dulu. Namun, penanaman dengan persemaian terlebih dahulu sangat dianjurkan untuk memberikan kondisi terbaik pada saat permulaan tumbuh benih. Persemaian dapat menggunakan bedeng semai ukuran lebar 110 – 120 cm dan panjang sesuai kebutuhan yang diberi naungan barupa plastik/daun-daunan. Atau dapat juga menggunakan bumbung (koker) atau yang dikenal polybag. Dalam hal ini Pak Ardiem menggunakan polybag untuk pesemaiannya. Polybag dapat dibuat dari plastik, maupun daun pisang. Namun bila ingin lebih afdol bisa menggunakan tray. Penggunaan zat fumigan Basamid –G untuk sterilisasi juga dianjurkan karena bisa mengurangi resiko benih dari serangan penyakit rebah batang (damping off). Benih yang disemai di bumbung atau persemaian dalam waktu + 3 minggu sudah menunjukkan daun sempurna sehingga bisa dipindahkan ke lahan..Bibit yang sudah tumbuh kemudian dipindahkan ke lahan yang sudah siap. Jarak tanam yang digunakan 60 x 70 cm dengan tujuan agar daun antar tanaman tidak saling tumpang tindih dan cukup dalam menerima sinar matahari.Pemupukan yang diberikan pak Ardiem adalah menggunakan campuran pupuk ZA, Grand-S 15 serta Tanigro dengan perbandingan 10 : 5 : 15. Untuk setiap tanaman sebaiknya diberikan konsenstrasi pupuk 30 gr.Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyakit. Sebelum melakukan pengendalian secara kimia, kita harus melakukan pengamatan terlebih dahulu apakah populasi hama sudah diambang batas ekonomi atau belum. Insektisida yang dianjurkan dalam mengendalikan hama brokoli adalah insektisida biologis seperti Turex WP dengan bahan aktif Bacillus thuringeinsis yang selain aman bagi tanaman juga karena bekerja sebagai racun perut sehingga tidak membunuh musuh alami hama. Berdasarkan pengalaman Pak Ardiem, pengendalian dilakukan setelah melakukan pengamatan pada tanamannya. Dalam keadaan normal biasanya melakukan aplikasi pestisida cukup tiga kali saja dan dihentikan lima hari sebelum panen. Pada umur 50 – 60 hst, brocoli sudah dapat dipetik hasilnya untuk segera dijual ke pasar.Semenjak berbudidaya brokoli inilah, pak Ardiem mulai menikmati adanya peningkatan kesejahteraan baginya. Bila hal ini bisa dikembangkan lebih serius dengan memperhatikan permintaan pasar, bukan tidak mungkin peluang pengembangan tanaman brokoli tidak hanya maju di Bukit Tinggi saja, namun bisa merambat ke daerah-daerah lain.(Wirda, P, Penulis adalah Koordinator PPL Kenagarian Cingkariang , Kec. Banuhampu Kab. Agam- Sumatera Barat)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment